Selama ini seleksi dianggap sekadar proses masuk di awal. Padahal seleksi adalah cara menentukan siapa yang layak lanjut — dan itu bisa terjadi kapan saja.
Satu engine seleksi yang sama dipakai berulang di banyak titik — lintas sekolah, kampus, dan perusahaan.
Apa pun use case-nya, pola masalahnya berulang dan saling menumpuk.
Tiap proses pakai tool sendiri dan tidak saling terhubung.
Banyak langkah dikerjakan dengan tangan — lambat dan rawan salah.
Berkas tersebar di banyak tempat & hasil aktivitas hilang setelah proses selesai — sulit ditelusuri dan dipakai ulang.
Setup ulang tiap periode — boros waktu & tenaga tim.
Menambah aktivitas baru berarti membongkar sistem dari awal.
Tahapan seleksi — bisa dirombak kapan saja.
Isi data, payment, assessment, interview.
Kriteria penentu lanjut atau tidak.
Lolos → lanjut ke step berikutnya.
Bukan sekadar rapi — tapi hemat, terukur, dan tahan masa depan.
Proses baru tinggal atur ulang, bukan bangun dari nol.
SMM · Cikal · UCI pakai kerangka yang sama dan saling belajar.
Terkumpul & terhubung ke payment, learning, report, assessment — bukan tercecer.
Funnel & activity bisa ditambah tanpa membongkar sistem.
Mulai dari aktivitas yang jadi aset & katalog aktivitas yang tersedia, lalu konsep eligibility — ditutup dengan tiga contoh nyata: Cikal, SMM, UCI.
Bukan data yang hilang setelah proses selesai — tapi terhubung ke seluruh ekosistem.
Makin banyak use case dipakai, makin kaya datanya — dan tim Product terus menambah sesuai kebutuhan.
"Bahan baku" yang mengisi tiap step funnel — 23 aktivitas yang sudah ada di platform, dikelompokkan per tujuan peserta. Activity di Cikal, SMM, dan UCI semuanya diambil dari katalog ini.
Eligibility adalah syarat yang harus dipenuhi seseorang untuk boleh lanjut ke tahap berikutnya. Ia jadi "gerbang" di setiap step funnel — yang lolos lanjut, yang belum berhenti atau diminta melengkapi. Polanya selalu sama di ketiga use case (Cikal, SMM, UCI):
Apa yang dicek di gerbang ini.
Siapa / apa yang menilai terpenuhi atau tidak.
Yang terjadi begitu eligibel.
Aturan eligibility yang sama — misalnya "status lunas" — cukup dibuat sekali, lalu dipakai ulang di konteks pembayaran yang berbeda lintas organisasi.
Format matrix yang sama untuk tiap unit. Baca per kolom dari atas ke bawah: Funnel Step → Sistem/Platform → Eligibility/Kriteria → Jumlah User → Activity Database. Angka jumlah user bersifat ilustratif.
Prototype dibagikan, peserta mencobanya dari dua sudut pandang, lalu tiap tim memvalidasi & menambahkan kebutuhan masing-masing.
Prototype bisa langsung dicoba. Peserta merasakannya sebagai panitia admisi sekaligus sebagai orang tua/peserta.
open_in_new admisi-semesta.product-sid.usBuka prototype di tab baruPeserta membuka link, membuat akun, dan mengisi data sendiri — berjalan mandiri tanpa campur tangan admin.
Panitia yang memasukkan & mengelola data peserta — untuk yang tidak atau belum mendaftar sendiri.
Setelah mencoba prototype, peserta dibagi per use case. Tiap tim memvalidasi flow-nya sendiri dan mengumpulkan kebutuhan tambahan.
Dua hal dikunci di akhir: rekap kebutuhan untuk langsung diiterasi, dan evaluasi manfaat sistem — lalu semuanya didokumentasikan & dibagikan.
Satu kerangka — funnel, activity, eligibility — untuk banyak skenario (Cikal · SMM · UCI), dengan database aktivitas yang terus bertambah. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mengikuti workshop ini.
rate_review Isi Review — Workshop 17 Juni 2025 (link menyusul)